"Juga tidak kami sarankan menggunakan antibiotik jika tidak terdapat infeksi sekunder lainnya," katanya.
Oseltamivir perlu diberikan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama pada pasien dengan influenza yang terkonfirmasi berat dan dirawat di rumah sakit, kemudian pasien dengan komorbiditas, atau pasien dengan resiko komplikasi terutama pada anak di bawah 2 tahun, pasien lansia di atas 65 tahun juga ibu hamil.
"Pemerintah akan memastikan ketersediaan obat untuk pasien yang membutuhkan. Sekali lagi, untuk pasien yang membutuhkan, Kementerian Kesehatan telah mengupayakan ketersediaan obat tersebut melalui percepatan importasi dan distribusi," katanya.
Pihaknya melakukan percepatan distribusi oseltamivir sesuai kebutuhan RS. Saat ini sudah dilakukan distribusi ke sekitar 196 rumah sakit dan akan terus dilakukan distribusi berdasarkan kebutuhan. Selain itu, Kemenkes terus melakukan perencanaan untuk pengadaan oseltamivir ini berdasarkan data surveilans.
"Kami melakukan pengadaan oseltamivir dengan berbagai sumber, baik melalui produksi di dalam negeri maupun importasi dengan jalur khusus untuk mengatasi keterlambatan produksi di dalam negeri yang belum bisa memenuhi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat," katanya.