Kemudian, Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mengungkapkan bahwa pada kelompok usia 65 tahun ke atas, 43,6 persen mengalami gigi rusak atau sakit; 46,5 persen kehilangan gigi; 14,4 persen gigi goyah; dan 10,9 persen gigi sensitif.
Dia menjelaskan, lansia dengan gigi sehat lebih mudah makan, lebih percaya diri, dan lebih aktif berinteraksi-semua faktor yang membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.
Penelitian global pun menunjukkan bahwa infeksi gusi kronis dan kesulitan mengunyah berkaitan dengan meningkatnya risiko demensia.
Imran menilai, menjaga kesehatan lansia bukan hanya soal memperpanjang usia, tetapi juga memastikan mereka tetap aktif, mandiri, dan bermartabat.
Demensia bukan hanya persoalan lansia, tetapi juga keluarga dan caregiver. Generasi Y dan Z yang berada dalam posisi sandwich generation sering kali harus merawat orang tua dengan demensia sambil tetap bekerja dan mengurus keluarga. Beban ini kerap tidak terlihat, dan risiko burnout meningkat ketika kebutuhan merawat diri sendiri diabaikan.