Karena itu, katanya, menjaga kesehatan gigi lansia adalah langkah sederhana yang bisa meringankan beban perawatan. Lansia dengan gigi sehat lebih jarang mengalami malnutrisi, lebih percaya diri, dan lebih lambat mengalami penurunan kognitif.
"Caregiver yang memahami hal ini dapat membantu dengan memastikan lansia rutin menyikat gigi, melakukan pemeriksaan berkala, dan segera mencari bantuan tenaga kesehatan bila ada masalah," katanya.
Menurutnya, momentum Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional serta World Alzheimer’s Month pada September mengingatkan kita bahwa senyum sehat lansia bukan hanya soal penampilan. Senyum sehat berarti gigi dan mulut terjaga, nutrisi terpenuhi, interaksi sosial tetap hidup, dan otak terlindungi dari risiko demensia.
"Menjaga kesehatan gigi sepanjang hayat adalah bagian dari strategi healthy ageing. Dengan deteksi dini, kebijakan berbasis siklus hidup, serta dukungan berkelanjutan bagi caregiver, kita dapat memastikan lansia Indonesia tetap bermartabat, aktif, dan sehat—dengan senyum yang mencerminkan kualitas hidup dan kesehatan otak yang terjaga," katanya.