Sementara itu, pada pilar pendidikan dan kesejahteraan, percepatan pemenuhan dokter spesialis dilakukan melalui pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based), sehingga peserta didik dapat terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pilar transformasi digital, Kemenkes menyederhanakan birokrasi melalui penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) seumur hidup melalui platform SATUSEHAT SDMK serta menyediakan akses pelatihan daring melalui Plataran Sehat.
Implementasi ketiga pilar tersebut juga disaksikan langsung oleh para delegasi melalui kunjungan lapangan ke tiga fasilitas kesehatan di Bali.
Sebelumnya pada Senin (2/11) Para delegasi yang terdiri dari tiga rombongan melakukan kunjungan lapangan. Rombongan petama mengunjungi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah sebagai rumah sakit rujukan kelas A yang menjadi tempat pendidikan bagi 1.442 residen dalam 24 program studi.
Rombongan kedua berkunjung ke Poltekkes Kemenkes Denpasar yang menerapkan standar global dalam simulasi pembelajaran serta telah mengirimkan puluhan mahasiswa untuk magang dan lulusannya untuk bekerja di Jepang.
Di tingkat pelayanan primer, rombongan ketiga melihat penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup di Puskesmas Kuta II. Pendekatan ini berhasil mengendalikan 81 persen pasien hipertensi dan 79 persen pasien diabetes. Puskesmas tersebut juga mencatatkan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebesar 101,6 persen atau menjangkau 5.708 orang.