NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menemukan tiga varian genom tuberkulosis (TBC) berdasarkan hasil penelitian terhadap 7.000 pasien TBC di berbagai wilayah tanah air.
Dalam forum The 40th Stop TB Partnership Board Meeting 2026 di Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan penelitian tersebut dilakukan dengan dukungan pendanaan Global Fund dan melibatkan penggunaan teknologi pengurutan genom dari Illumina dan Oxford Nanopore.
Dari hasil penelitian yang telah diselesaikan, ditemukan tiga varian TBC yang memiliki karakteristik berbeda berdasarkan wilayah geografis, yakni Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
"Saya ingin memeriksa apakah hal ini akan berdampak pada sensitivitas atau kurangnya sensitivitas serta efektivitas vaksin dan pengobatan baru tersebut, mengingat terdapat varian-varian yang sangat jelas perbedaannya, tiga varian berbeda, yakni varian Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur," kata Budi.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut perlu ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah perbedaan karakteristik genom TBC di setiap wilayah berpengaruh terhadap efektivitas vaksin maupun pengobatan yang dikembangkan.
Temuan tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan vaksin dan pengobatan TBC yang lebih efektif.
Menurutnya, penelitian itu penting karena pemerintah ingin memastikan pengembangan teknologi vaksin dan obat TBC dapat mempertimbangkan karakteristik varian penyakit yang ditemukan di Indonesia.
Temuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan dalam penanggulangan TBC.