Menurut dia, setiap lima menit dirinya berbicara dalam forum tersebut, rata-rata dua orang Indonesia meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Ia menegaskan penanganan TBC tidak boleh terlalu lama berhenti pada diskusi dan proses administratif.
Pemerintah perlu mempercepat tindakan nyata, termasuk proses persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Indonesian FDA.
Budi mengingatkan keterlambatan persetujuan hingga satu tahun dapat berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat.
Dengan angka kematian mencapai 136.000 orang, percepatan kebijakan dan tindakan penanganan menjadi sangat mendesak.
Karena itu, ia meminta timnya mengurangi waktu yang dihabiskan untuk berdiskusi dan lebih banyak memusatkan perhatian pada pelaksanaan program serta langkah konkret untuk menekan angka kematian akibat TBC.
"Lebih baik kita mempercepat persetujuan dan mempercepat tindakan," ujar Budi.