Budi menyampaikan apresiasi kepada Global Fund atas dukungan pendanaan penelitian pengurutan genom terhadap 7.000 pasien TBC tersebut.

Ia menilai pemetaan karakteristik genom TBC penting untuk mendukung strategi penanganan penyakit yang lebih tepat, terutama dalam pengembangan vaksin dan penentuan efektivitas terapi.

Indonesia saat ini juga terlibat dalam uji klinis fase ketiga vaksin TBC M72 bersama sejumlah negara lainnya. Selain itu, pemerintah sedang mempersiapkan uji klinis obat baru TBC yang diharapkan dapat memperpendek masa pengobatan.

Budi berharap hasil penelitian genom tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan vaksin dan pengobatan baru, sehingga upaya penanggulangan TBC di Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif.

"Tidak ada satu pun hal yang sampai ke tangan pasien secara kebetulan. Kita perlu melakukan skrining terhadap pasien, memberikan pengobatan, serta menyalurkan vaksin kepada mereka," katanya.

Dalam forum internasional tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti tingginya angka kematian akibat tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang mencapai 136.000 orang. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah insiden TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Budi mengatakan besarnya angka kematian tersebut harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk mempercepat langkah penanggulangan TBC.