Perlambatan inflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan inflasi inti (core inflation) menjadi 2,56 persen (yoy), seiring dengan meredanya tekanan inflasi impor dan perlambatan kenaikan harga emas.

Meski demikian, tekanan inflasi pada kelompok harga bergejolak (volatile food) masih meningkat hingga mencapai 5,81 persen (yoy).

Kemenkeu menjelaskan bahwa dampak El Nino dan gangguan cuaca memengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan, sehingga mendorong kenaikan harga terutama pada kelompok hortikultura.