Suahasil menjelaskan pemerintah masih akan melanjutkan penyaluran TKD pada Oktober, November, dan Desember 2026 untuk mendukung penyelenggaraan layanan publik serta kebutuhan pemerintah daerah.

Adapun APBN mencetak defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 September 2026.

Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen terhadap target APBN. Realisasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 25,5 persen (year-on-year/yoy).

Sementara belanja negara tersalurkan Rp2.660,5 triliun, setara 69,2 persen APBN dan tumbuh 19 persen (yoy).