NADIKABAR.COM — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merealisasikan penyaluran transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp599,2 triliun per 30 September 2026, setara 82,4 persen terhadap target APBN senilai Rp727,2 triliun.

“APBN kita tahu bahwa alokasi awal adalah Rp693 triliun. Tapi, sejalan dengan berjalannya waktu ada bencana alam, ada tambahan untuk daerah. Maka, alokasi kami perkirakan kalau sudah ditotalkan menjadi Rp727 triliun,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Rinciannya, dana transfer umum melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) antara lain digunakan untuk pembayaran gaji 5,3 juta aparatur sipil negara (ASN) daerah.

Selain itu, dana tersebut digunakan untuk membiayai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 1,14 juta orang serta jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) bagi 596 ribu peserta.

Sementara itu, dana transfer khusus seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Nonfisik, serta hibah daerah dimanfaatkan untuk mendukung layanan pendidikan, kesehatan, air bersih, dan infrastruktur daerah.

Penyalurannya mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 43,7 juta siswa, bantuan pendidikan kesetaraan bagi 1,04 juta siswa, serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) bagi 5,9 juta siswa.

Dukungan lainnya meliputi tunjangan bagi 1,68 juta guru, penguatan 77 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta penanganan jalan sepanjang 398,6 kilometer.

Adapun Dana Desa, Dana Insentif, Dana Otonomi Khusus (Otsus), serta Dana Keistimewaan telah disalurkan kepada 75.172 desa, dengan dukungan bagi 27.308 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta bantuan langsung tunai (BLT) kepada 727.907 keluarga penerima manfaat.

Suahasil menjelaskan pemerintah masih akan melanjutkan penyaluran TKD pada Oktober, November, dan Desember 2026 untuk mendukung penyelenggaraan layanan publik serta kebutuhan pemerintah daerah.

Adapun APBN mencetak defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 September 2026.

Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen terhadap target APBN. Realisasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 25,5 persen (year-on-year/yoy).

Sementara belanja negara tersalurkan Rp2.660,5 triliun, setara 69,2 persen APBN dan tumbuh 19 persen (yoy).