NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq meminta pemaksimalan penerapan bahan bakar nabati (BBN) biodiesel B50 dan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Jakarta–Bogor–Depok–Tangerang–Bekasi–Cianjur (Jabodetabek).

“Kami waktu itu sudah menyurati Pertamina untuk segera menggeser B50 ke Jakarta dulu,” ucap Hanif Faisol ketika ditemui setelah konferensi pers penanganan kontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Cikande yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.

Hanif mengatakan, penerapan kebijakan B50 di Jakarta dapat mengurangi kadar sulfur di udara apabila dibandingkan dengan solar biasa. Ia menyampaikan, kadar sulfur B50 kira-kira 50 persen lebih rendah apabila dibandingkan dengan solar biasa.

“Selama ini bahan bakar fosil rata-rata sulfurnya masih relatif tinggi. Sulfur kita itu masih angkanya di ribuan, padahal yang diperbolehkan hanya 50 atau kurang dari 50,” ucap Hanif.