NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperluas Program Sungai Lestari ke Bali untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di sungai sehingga dapat melindungi sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir.
Perluasan program tersebut ditandai dengan peluncuran Program Sungai Lestari dan aksi bersih mangrove yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Denpasar, Bali, Jumat.
"Menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, ekonomi masyarakat dan iklim. Melalui Program Sungai Lestari, kita mendorong perubahan dari sekadar membersihkan sampah menjadi mencegah sampah sejak dari sumbernya," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Program tersebut bertujuan mengurangi sampah, khususnya plastik, yang terbawa aliran sungai menuju laut melalui penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk pemilahan, pengumpulan dan daur ulang.
Berdasarkan keterangan UNDP, Program Sungai Lestari dilaksanakan di lima lokasi prioritas, yakni Bekasi, Surakarta, Surabaya, Sidoarjo dan Bali.
Khusus di Bali, program percontohan menyasar Tukad Badung di Kota Denpasar dan Tukad Mati di Kabupaten Badung guna mencegah kebocoran sampah ke kawasan pesisir dan laut.
UNDP mencatat bahwa sejak pelaksanaannya dimulai di Surabaya dan Surakarta pada Mei 2026, program tersebut telah mengangkat sebanyak 492 ton sampah dari empat sungai.