Pelaksanaan program itu melibatkan empat organisasi masyarakat sipil, 55 bank sampah, 1.200 perempuan, serta masyarakat di 20 kelurahan dengan dukungan instansi lingkungan hidup setempat.
Pada tahap awal, program juga menjangkau kawasan bantaran sungai yang dihuni lebih dari 54.000 penduduk untuk memperkuat pengelolaan sampah serta mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
Sementara itu, perluasan pelaksanaan program ke Bekasi dan Sidoarjo sejak Oktober 2026 memiliki target gabungan pengelolaan sampah sekitar 5.066 ton hingga 2027.
Program Sungai Lestari yang turut didukung Clean Rivers, yayasan yang mendapat dukungan Uni Emirat Arab, menerapkan mekanisme pembiayaan berbasis kinerja bagi organisasi masyarakat sipil.
Melalui mekanisme tersebut, pendanaan dikaitkan dengan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dialihkan ke jalur pengelolaan yang semestinya berdasarkan hasil verifikasi independen.
Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menilai pengelolaan sampah yang lebih baik juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pekerja di sektor persampahan.
"Pengelolaan sampah yang lebih baik turut membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus menciptakan pendapatan dan mata pencaharian bagi masyarakat setempat dan pekerja persampahan," ujar Sara.