"Penanganan kini difokuskan pada implementasi desain dengan fokus utama pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga karakter budaya Sade," pungkas Susiwijono.
Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 40 dari 75 rumah adat telah dibangun kembali dan terpasang atapnya. Masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum juga sudah dikerjakan.
Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat sudah mulai menggeliat kembali, yang didukung bantuan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi dari Kementerian Pariwisata.