Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting agar santri tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

Menurut dia, literasi keuangan menjadi bagian penting dari pemberdayaan masyarakat, terutama di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi.

"Di era ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini, melek finansial bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan," kata Abdul Haris.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penggerak kemandirian ekonomi, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya. Karena itu, literasi keuangan perlu menjadi salah satu bekal yang dapat memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.