Ia berharap penguatan literasi keuangan dapat mendorong Pondok Pesantren Salafiyah menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mandiri, dengan menjadikan pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi keuangan juga diperkuat melalui pemahaman mengenai kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan sejak dini.

Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) K.M. Nuruddin mengajak para santri membangun kebiasaan menabung tanpa harus menunggu memiliki penghasilan sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Kurnia Tri Puspita juga mengingatkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk ditabung sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan di masa depan.