NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengingatkan para santri agar lebih waspada terhadap berbagai praktik keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online.
"Harta bukan tujuan hidup, tetapi amanah untuk menghadirkan kemaslahatan," kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris, dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Hal itu dikatakannya dalam kegiatan bertajuk "Sosialisasi Literasi Keuangan Syariah" di Pondok Pesantren Salafiyah, Pemalang, Jawa Tengah.
Pihaknya pun mendorong penguatan literasi keuangan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting agar santri tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
Menurut dia, literasi keuangan menjadi bagian penting dari pemberdayaan masyarakat, terutama di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi.
"Di era ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini, melek finansial bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan," kata Abdul Haris.
Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penggerak kemandirian ekonomi, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya. Karena itu, literasi keuangan perlu menjadi salah satu bekal yang dapat memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap penguatan literasi keuangan dapat mendorong Pondok Pesantren Salafiyah menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mandiri, dengan menjadikan pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi keuangan juga diperkuat melalui pemahaman mengenai kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan sejak dini.
Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) K.M. Nuruddin mengajak para santri membangun kebiasaan menabung tanpa harus menunggu memiliki penghasilan sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Kurnia Tri Puspita juga mengingatkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk ditabung sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan di masa depan.