Menurut dia literasi bencana kepada semua komponen termasuk di dalamnya anak dan perempuan menjadi penyangga utama dalam prinsip Kita Tangguh dari Kemenko PMK.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat kesadaran, kemitraan, dan komitmen terhadap kepemimpinan perempuan.

β€œKita berharap lewat kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi praktis bagi pencegahan konflik, kesiapsiagaan bencana, respons kemanusiaan, dan pemulihan yang inklusif, termasuk melalui program KITA TANGGUH dan mekanisme terkait lainnya di Aceh,” katanya.

Dalam acara tersebut menampilkan film β€œInong Peudame” sebagai materi advokasi agenda Perempuan, Perdamaian dan Keamanan serta pembelajaran lintas generasi.