Kegiatan tersebut mengedepankan dialog antara perempuan pembangun perdamaian, masyarakat sipil, generasi muda, serta Pemerintah di tingkat nasional dan daerah mengenai pembelajaran dari Aceh dalam menjaga perdamaian, mengatasi dampak konflik lintas generasi.

Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat pelaksanaan serta pelokalan Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial atau (RAN P3AKS) Generasi III.

Wakil dari UN Women, Yulies menambahkan bahwa diskusi tersebut bertujuan untuk menghubungkan program atau kebijakan tingkat nasional dengan pelokalan dan implementasinya di daerah seperti: RAN P3AKS Generasi III, KITA TANGGUH dan pemulihan pascabencana.

Menurut dia program tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan dan guna memperkuat peran perempuan dan anak dalam pengurangan risiko bencana dan konflik sosial di Aceh.