NADIKABAR.COM β Kementerian Koperasi (Kemenkop) menilai penguatan kreativitas dan inovasi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis koperasi agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing produk, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan inovasi dan kreativitas menjadi salah satu kunci mempertahankan bisnis koperasi sebagai badan usaha secara berkelanjutan.
βSuatu bisnis bisa berjalan dan berlanjut, kuncinya adalah dari kreativitas, karena dia bisa bertahan kalau terus ada inovasi. Di Kementerian Koperasi, kami terus mendorong agar setiap kelembagaan koperasi selalu meningkatkan inovasi,β kata Farida dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kreativitas memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan koperasi dan ekonomi kreatif. Melalui inovasi, koperasi dapat mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ia mengatakan salah satu contoh yang disoroti adalah Koperasi Prasojo di Klaten, Jawa Tengah. Koperasi tersebut bergerak dalam produksi kain tenun hingga pengembangan produk fesyen, dengan mayoritas anggota dan pekerjanya merupakan perempuan.
Farida mengatakan Koperasi Prasojo menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan. Penguatan kelembagaan koperasi diharapkan dapat membantu usaha tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu jalur pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat menyerap produk kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hasil pertanian dan perkebunan dari berbagai daerah.
βSekarang sedang dalam proses, produk-produk hasil kreativitas masyarakat di setiap desa, UMKM, hasil pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya, at least itu adalah hasil kreativitas, akan di-absorb dan di-offtake di Koperasi Desa Merah Putih. Itulah kenapa kreativitas adalah tulang punggungnya sebuah kelembagaan koperasi,β ujar dia.
Menurut Farida, pengembangan koperasi tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan, tetapi juga perlu memastikan adanya aktivitas bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, koperasi berpotensi menjadi penghubung antara kreativitas masyarakat, produksi lokal, dan akses pasar. Dengan dukungan inovasi serta penguatan jaringan pemasaran, produk-produk berbasis potensi daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
Pemerintah pun mendorong koperasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan peluang ekonomi kreatif, sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia.