Selain itu, kata dia, negara-negara LMC's, yang terdiri atas negara-negara berkembang anggota WIPO, turut mendukung percepatan implementasinya melalui kerja sama internasional, bantuan teknis, dan penguatan kapasitas negara-negara berkembang.
Dia mengatakan bahwa LMCs juga mendukung pendekatan perundingan yang berorientasi pada konsensus guna mempercepat tercapainya kesepakatan terkait perlindungan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional.
Adapun Indonesia telah menunjukkan kepemimpinannya dalam diplomasi kekayaan intelektual internasional dengan menyampaikan dua pernyataan penting pada Sesi ke-53 Intergovernmental Committee on Intellectual Property and Genetic Resources, Traditional Knowledge and Folklore (IGC) WIPO di Markas Besar WIPO, Jenewa, Swiss, Rabu (16/9).
Keikutsertaan aktif Indonesia dalam forum IGC WIPO menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan pelindungan kekayaan intelektual komunal di tingkat global.