Adapun langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan agar digitalisasi pemerintahan tidak menyulitkan warga dengan terlalu banyak aplikasi.
Sebelumnya, terdapat puluhan ribu aplikasi secara sporadis dibangun instansi pemerintah. Kini, belanja teknologi informasi dievaluasi berdasarkan manfaat dan kesesuaiannya, sementara Kementerian PAN-RB mengoordinasikan keterpaduan sistem pelayanan publik agar lebih efisien.
Selain integrasi pendekatan omnikanal, KemenPAN-RB juga meningkatkan pelayanan kepada ASN, melalui platform tunggal Smart ASN. Platform ini menyediakan layanan kepegawaian yang terintegrasi dan mudah diakses, mulai dari perencanaan, pengadaan, pengembangan kompetensi kinerja, hingga manajemen talenta ASN