NADIKABAR.COM β Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperkuat pemasaran wisata daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui perjalanan pengenalan destinasi dan pertemuan bisnis untuk memperluas pasar wisatawan nusantara.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Bayu Erlangga mengatakan kegiatan perjalanan pengenalan destinasi atau familiarization trip (famtrip) tidak hanya bertujuan memperkenalkan objek wisata, tetapi juga mendorong pengembangan pengalaman perjalanan menjadi produk siap dipasarkan.
βKegiatan ini dirancang bukan sekadar memperkenalkan destinasi, tetapi juga menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan bagaimana pengalaman tersebut dikembangkan menjadi pola perjalanan yang menarik. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu
Kegiatan itu melibatkan enam peserta, terdiri atas tiga perwakilan agen perjalanan dan operator tur, satu perwakilan media, serta dua pemengaruh atau influencer dalam negeri.
Rangkaian kegiatan mencakup pertemuan bisnis atau table top business meeting, perjalanan wisata darat Labuan Bajo-Flores, serta aktivitas yoga saat matahari terbenam di kawasan Parapuar.
Bayu mengatakan pengembangan produk wisata yang beragam diharapkan dapat mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Labuan Bajo dan Flores, sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat Petrus Antonius Rasyid mengatakan pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPOLBF, dan pelaku usaha pariwisata.
Ia mengajak pelaku usaha memanfaatkan pertemuan bisnis untuk memperkenalkan produk wisata kepada mitra perjalanan, sehingga potensi destinasi di Flores dapat menjangkau pasar yang lebih luas.