Tawur Agung Manca Wali Krama juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Ia pun mendorong generasi muda untuk berperan aktif meneruskan warisan tradisi luhur tersebut agar tetap lestari, termasuk dengan tetap menjaga kesucian kawasan sakral Batur serta merawat kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.
"Kami berharap warisan tradisi ini akan terus dijalankan para generasi muda dengan tetap menjaga kesucian kawasan Batur dan tetap rukun dalam kebersamaan. Semoga upacara ini membawa kerahayuan, kesejahteraan, dan keharmonisan bagi Bali dan seluruh umat di Indonesia," kata Widiyanti.
Dalam kesempatan yang sama, Widiyanti melanjutkan kunjungan kerja ke Batur UNESCO Global Geopark untuk melihat langsung upaya edukasi dan pelestarian warisan alam, serta menerima penjelasan mengenai proses revalidasi Batur UNESCO Global Geopark yang telah berhasil mempertahankan status hijau selama empat kali.