Kegiatan tersebut dirancang untuk menangkap peluang dari besarnya pasar wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, tercatat 9,16 juta perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1.875 dolar AS (Rp 33,95 juta) per perjalanan. Lebih dari 50 persen perjalanan tersebut bertujuan untuk berlibur.

Pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kali ini, katanya, mempertimbangkan pertumbuhan ekonominya yang mencapai 5,87 persen pada 2025, melampaui rata-rata nasional.

Surabaya juga memiliki posisi strategis dengan dukungan Bandara Internasional Juanda sebagai pintu gerbang perjalanan wisatawan menuju berbagai destinasi Nusantara.

Dalam forum tersebut, sebanyak 12 penyedia layanan pariwisata eksklusif, mulai dari resort mewah, operator kapal pinisi, hingga penyedia pengalaman gastronomi premium, memperkenalkan produk unggulan yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni bahari, kebugaran dan gastronomi.