NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata mengoptimalkan potensi pasar wisatawan domestik berdaya beli tinggi (affluent travelers) melalui penyelenggaraan "Nusantara Luxury Exchange: Premium Business Matching".
,"Fokus utama kami bukan lagi sekadar mengejar volume perjalanan, melainkan meningkatkan nilai belanja wisatawan nusantara per perjalanan," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Made menjelaskan wisatawan berdaya beli tinggi merupakan golongan pelancong yang mengutamakan kenyamanan dan pengalaman perjalanan eksklusif.
Melalui forum bisnis yang diselenggarakan pada Rabu (28/10) di Hotel Majapahit, Surabaya itu, Kementerian Pariwisata mempertemukan 12 penyedia layanan pariwisata premium Indonesia dengan agen perjalanan, layanan pramutamu mewah, perbankan prioritas, serta perencana korporat.
"Kami ingin mengalihkan sebagian belanja leisure outbound dari pasar affluent menjadi belanja pariwisata domestik. Indonesia memiliki kekayaan destinasi kelas dunia yang sangat luar biasa, kini tugas kita bersama adalah mengemas dan menyajikannya sebagai produk eksklusif berkualitas tinggi yang mudah dipilih dan dibeli," ujar Made.