Kementerian Pariwisata sejauh ini sudah memiliki sejumlah program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan kesiapan desa wisata dalam menerima kunjungan pelajar.
Peningkatan kualitas difokuskan kepada sejumlah aspek utama, salah satunya penguatan kurikulum serta wisata berbasis pengalaman. Pengelola desa wisata didorong untuk menyediakan paket pembelajaran aktif yang dapat dihubungkan dengan mata pelajaran sekolah, seperti sains, kebudayaan, ilmu sosial, ekologi, hingga kewirausahaan.
Dengan konsep tersebut, para siswa dapat berekreasi sambil belajar langsung dari lingkungan, budaya, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat di desa wisata.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pemenuhan standar keselamatan, meliputi prosedur keselamatan, manajemen risiko, serta kesiapsiagaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta rombongan wisata edukasi.
Kementerian Pariwisata juga mendorong penerapan skema transaksi yang transparan melalui penyediaan penawaran harga khusus bagi rombongan sekolah, termasuk pilihan pembayaran non-tunai untuk memberikan kemudahan bagi institusi pendidikan dalam merencanakan perjalanan wisata edukasi.