"Promosi wisata edukasi dan pemenuhan kualifikasi destinasi merupakan dua pilar utama dalam pengembangan wisata edukasi di desa wisata. Dengan demikian, desa wisata dapat menjadi mitra pembelajaran yang terpercaya bagi institusi pendidikan," ujar Made.

Made berharap partisipasi pada acara itu dapat memperluas pemanfaatan desa wisata sebagai destinasi wisata edukasi berkelanjutan. Kehadiran wisatawan dari segmen pelajar juga diharapkan menciptakan perputaran ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal.

"Langkah ini sekaligus mendukung kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) serta memacu pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara dari segmen pelajar," kata Made.

Ajang "9th Annual Convention SPK Indonesia 2026" yang berlangsung pada 30 September sampai 2 Oktober 2026 diselenggarakan oleh perkumpulan sekolah yang tergabung dalam Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) Indonesia. Tahun ini, konvensi yang mengusung tema "Rooted in Heritage, Empowered by Humanity, Driven by Leadership", diselenggarakan di SIS North East Jakarta (SIS NEJ).

Saat ini, tercatat lebih dari 460 sekolah di Indonesia telah terdaftar dalam Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, yang membuka peluang bagi desa wisata untuk menjangkau segmen wisata edukasi sekaligus membangun kemitraan berkelanjutan dengan institusi pendidikan.