NADIKABAR.COM — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan dukungan ke para perajin dan pelaku industri lokal dalam mengadopsi prinsip fesyen berkelanjutan guna menembus pasar global hingga meraih rekor dunia Guinness World Records.
"Kami mendukung produk-produk tekstil itu supaya lebih berdaya saing, terutama untuk UMKM dengan fasilitasi pembiayaan diskon 25 persen dan sertifikasi industri hijau secara gratis untuk sertifikasi pertama," kata Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJI Tekstil) Kemenperin Hagung Eko Pawoko di Denpasar, Rabu.
Hagung menjelaskan bahwa pemerintah secara konsisten memfasilitasi pengujian di laboratorium serta sertifikasi industri hijau agar tekstil dalam negeri makin berdaya saing tinggi.
Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi industri tekstil nasional dalam menghadapi tantangan maraknya produk pakaian bekas dan tekstil impor di pasar domestik.
Untuk melindungi produk tekstil dalam negeri, Kemenperin bersama para pemangku kepentingan bahkan sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Tekstil serta mendukung berbagai inisiatif penguatan industri domestik.
Selain itu, Kemenperin mengimbau industri fesyen dan tekstil dalam negeri untuk tidak saling beradu secara destruktif di pasar global maupun domestik, melainkan terus berkolaborasi mengoptimalkan potensi serat alam dalam negeri seperti katun dan rayon yang pasokannya dipastikan aman.
Dukungan pemerintah tersebut melandasi optimisme para pelaku industri tekstil nasional untuk mencatatkan prestasi bergengsi di tingkat dunia melalui pameran fesyen bersertifikat keberlanjutan.