β€œBukan hanya bahan ramah lingkungan, tapi juga sistemnya, prosesnya berkelanjutan, berkelanjutan itu sosial, ekonomi, lingkungan, sumber daya manusianya bagaimana, lingkungannya bagaimana, merusak lingkungan tidak,” tuturnya.

Acara yang dipusatkan di KEK Kura Kura Bali ini sengaja dirancang untuk menjadikan Indonesia sebagai etalase fesyen berkelanjutan tingkat dunia yang mampu bersanding dengan pusat fesyen global.

Pemilihan kawasan pameran juga tidak bisa sembarang, area mal Sira Village di KEK Kura Kura Bali dipilih karena telah tersertifikasi berkelanjutan serta diverifikasi oleh pihak Guinness World Records.

"Menjadi tuan rumah bagi perhelatan fesyen berkelanjutan ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menaikkan kelas UMKM lokal," kata Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village Grand Outlet Bali Tantowi Yahya.

Tantowi menjelaskan bahwa perhelatan ini memfasilitasi perajin lokal dengan ruang tumbuh yang suportif guna menghadirkan destinasi yang memadukan gaya hidup, komunitas, dan prinsip keberlanjutan.

Melalui sinergi antara teknologi tekstil berkelanjutan, fasilitas pemerintah, serta infrastruktur kawasan berkonsep hijau, industri fesyen dan kriya diharapkan terus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang pada triwulan I 2026 telah menyumbang Rp120,13 triliun.