Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil Wijaya Ng menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor yang didukung fasilitas pemerintah ini berhasil mendorong terwujudnya ajang pemecahan rekor dunia fesyen berkelanjutan bertajuk Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

"Rekor dunia yang dievaluasi oleh adjudikator Guinness World Records ini berkategori sangat ketat, yaitu The Most Sustainability by Certified Textile Clothing in a Fashion Show dengan memamerkan 67 busana bersertifikasi ramah lingkungan," kata Wijaya.

Wijaya menambahkan jika malam ini para perajin mampu memecahkan rekor tersebut, maka sekaligus akan membuktikan kemampuan industri tekstil nasional untuk tampil di panggung internasional.

"Rekor ini akan bisa terpecahkan melalui kolaborasi, tidak ada satu pun perusahaan yang mampu kalau tidak semua bergabung menjadi satu kekuatan," ujar Wijaya.

Wijaya mengatakan seluruh busana yang diperagakan menggunakan kain serat alam serta telah mengantongi hak kekayaan intelektual (HAKI) atas desain karya lima merek fesyen dan institusi lokal, yaitu Murotto Bali, Kimmyra, kampus IDB Bali, Unice, dan Novel Mice.

Menurutnya, langkah untuk memecahkan rekor dunia sudah di depan mata, sebab konsep berkelanjutan yang ditawarkan perajin Indonesia tidak hanya bahannya yang tersertifikasi ramah lingkungan.