NADIKABAR.COM β Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri mainan nasional semakin kompetitif, tercermin dari peningkatan ekspor yang mencapai 351,8 juta dolar AS pada periode Januari-Juni 2026, naik secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya 297,7 juta dolar AS.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan penguatan daya saing industri mainan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas dan standardisasi produk, pengembangan kapasitas industri, serta perluasan akses pasar.
βTantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global,β ujar Reni dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Reni, industri mainan memiliki potensi sebagai sektor padat karya sekaligus penghasil produk bernilai tambah. Oleh karena itu, penguatan pasar domestik dan peningkatan daya saing diperlukan agar produk mainan Indonesia semakin diminati di dalam negeri dan mampu memperluas penetrasi pasar internasional.