“Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional,” tuturnya.

Berdasarkan data BPS 2024 dan SIINas 2025, terdapat 256 unit usaha industri mainan dengan total 15.663 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 10 sentra IKM mainan yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Dari sisi perdagangan, industri mainan Indonesia mencatat surplus net ekspor dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, nilai ekspor meningkat 8,2 persen dibandingkan 2024 menjadi 664,6 juta dolar AS.

“Pasar ekspor Indonesia saat ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, China, Australia, dan Republik Ceko, dan capaian tersebut masih membuka ruang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penetrasi dan kontribusinya di pasar global,” imbuh Reni.