NADIKABAR.COM β€” Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan penggunaan produk domestik untuk mendorong peningkatan nilai tambah industri nasional sekaligus memperkuat kapasitas produksi, rantai pasok, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri nasional yang semakin kuat.

Besarnya pasar domestik Indonesia kata dia dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menjadi modal bagi industri manufaktur untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing.

β€œPemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat. Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Agus, setiap belanja sebesar Rp1 untuk produk dalam negeri dapat menghasilkan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional ditujukan untuk pasar domestik dan 21,61 persen lainnya untuk pasar ekspor.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan konsumsi yang terus berlangsung, pasar domestik memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan penetrasi produk industri nasional.

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, peluang tersebut didukung kapasitas industri yang masih dapat dioptimalkan. Hal itu tercermin dari utilisasi industri pengolahan nonmigas yang tercatat sebesar 61,8 persen pada 2025.