Lebih lanjut, Direktur Utama PT Bio Farma Evi Sylvia menyampaikan penguatan produksi dalam negeri bagi industri farmasi bukan hanya mengenai seberapa besar produk dapat dibuat di dalam negeri, tetapi juga mengenai kemampuan membangun kapabilitas dari hulu hingga hilir.

"Dengan penguasaan teknologi, peningkatan TKDN, serta penerapan standar mutu dan halal, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memiliki daya saing di pasar global,” ujarnya.

Dalam talkshow Community Engagement bertajuk β€œLocal Content, Greater Market: Produk Dalam Negeri, Bisnis Makin Jadi”, di Industrial Festival x Halal Indo 2026, Tangerang, Jumat (25/9), Evi menuturkan aspek halal juga menjadi bagian penting dalam pengembangan produk farmasi dan vaksin di Indonesia.

Bio Farma menyatakan komitmennya untuk mengembangkan dan memproduksi produk vaksin dan life science yang halal sesuai ketentuan syariat Islam sekaligus menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Sementara itu, dari sektor industri barang konsumsi, penguatan produk dalam negeri perlu diikuti kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, dan membangun jenama yang relevan.

CEO & Co-Founder Torch Ben Wirawan menilai penggunaan bahan baku lokal perlu ditempatkan dalam kerangka pengembangan produk secara menyeluruh agar kualitas tetap terjaga dan harga dapat diterima pasar.