Sebaliknya, responden yang menyatakan kegiatan usahanya melambat tercatat sebesar 19,5 persen, turun dari 22,2 persen pada September 2026.
Menurut Eko, perbaikan tersebut turut dipengaruhi oleh situasi menjelang sejumlah perayaan hari besar keagamaan dalam beberapa waktu ke depan yang membuka peluang peningkatan aktivitas produksi industri.
Pada subsektor industri makanan, IKI Oktober 2026 mencatatkan nilai tertinggi sepanjang tahun ini. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan peningkatan tersebut terutama didukung kenaikan pesanan, termasuk dari pasar ekspor.
Namun, kendala logistik masih memengaruhi kelancaran pengiriman produk dan turut menekan variabel persediaan.
Selain industri makanan, perkembangan positif juga terlihat pada industri kertas dan barang dari kertas yang kembali memasuki fase ekspansi setelah mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.
Peningkatan pesanan pada subsektor tersebut turut berkaitan dengan kebutuhan kertas kemasan untuk persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Di sisi lain, terdapat empat subsektor yang mengalami kontraksi pada Oktober 2026, yakni industri kayu, barang dari kayu dan gabus, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri furnitur.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan pesanan ekspor, gangguan distribusi bahan baku, kenaikan biaya produksi, hingga ketidakpastian permintaan global.