Menperin juga mengemukakan potensi pasar di dalam negeri cukup menjanjikan dengan konsumsi rumah tangga Indonesia tercatat mencapai Rp5.974,9 triliun pada semester I 2026.

Hal ini dipacu oleh jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 87,14 persen populasi, yakni sebanyak 252,8 juta jiwa.

Sementara itu, Berdasarkan State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2025/26, Indonesia menempati peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, sementara Bahrain di posisi kelima.

Pemeringkatan SGIER didasarkan pada lima indikator utama, yaitu finansial, regulasi halal, kesadaran masyarakat, sosial, dan inovasi.