NADIKABAR.COM — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera meluncurkan desain besar pembangunan karakter Indonesia bagi generasi muda nasional, pada 29 Oktober, sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari Sumpah Pemuda di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Hendro Wicaksono mengatakan desain tersebut disusun untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda, yang perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

"Ada tiga karakter yang penting, yaitu patriotik, gigih, dan empati," kata dia saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, konsep pembangunan pemuda mencakup tiga aspek, yakni body (tubuh), mind (pikiran), dan soul (hati/jiwa).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendidikan sejak usia dini hingga perguruan tinggi selama ini lebih banyak memberi perhatian pada aspek mind, terutama pengetahuan dan kecerdasan atau IQ.

Oleh karena itu, Kemenpora mendorong penguatan karakter agar perkembangan generasi muda tidak hanya diukur dari pencapaian pendidikan. Tiga karakter tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi sekaligus kehidupan sosial pemuda secara berkelanjutan.

Nilai patriotisme berkaitan dengan nasionalisme, pengamalan Pancasila, serta kesadaran membela negara. Kegigihan diarahkan untuk membangun sikap pantang menyerah, ketekunan menempuh pendidikan, dan semangat berusaha ketika menghadapi kesulitan.

Adapun empati berhubungan dengan kemampuan menghargai perbedaan dan menjaga keberagaman.

Hendro mencontohkan sikap saling menghormati ketika masyarakat menjumpai orang lain menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Nilai tersebut merupakan bagian dari warisan budaya bangsa.

Melalui desain besar itu, Kemenpora ingin menghadirkan arah pembangunan karakter sebagai acuan membina generasi muda. Penguatan ketiga nilai diharapkan mendukung kehidupan kebangsaan berlandaskan Pancasila, sekaligus mendorong pemuda agar tangguh menghadapi tantangan masa depan yang terus berkembang.

Peluncuran pada 29 Oktober menjadi salah satu agenda Kemenpora dalam rangkaian peringatan hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan kerangka kebijakan pembangunan karakter kepada publik dan pemangku kepentingan kepemudaan. Rancangan itu diharapkan menjadi pedoman lintas sektor atau kementerian/lembaga.