"Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika pembinaan dilakukan dengan fokus, target yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, atlet kita mampu bersaing dan menciptakan sejarah. Kita tidak ingin keberhasilan hanya datang sesekali," ujar Erick dalam pernyataan tertulis, Selasa (20/10/2026).
"Prestasi harus dibangun melalui sistem yang konsisten, mulai dari pembibitan, pembinaan, hingga kompetisi internasional. Karena itu, capaian hari ini harus menjadi fondasi untuk prestasi yang lebih tinggi, termasuk menuju Olimpiade," tambahnya.
Selain memperkuat prestasi olahraga, Kemenpora juga mempercepat transformasi kebijakan kepemudaan menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang bertumpu pada tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik.
Erick menjelaskan, ketiga nilai tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan dan tanggung jawab terhadap bangsa, tangguh menghadapi perubahan dan persaingan global, serta memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam mempersiapkan pemuda agar mampu menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa persiapan menuju satu abad Sumpah Pemuda harus berorientasi pada pembentukan generasi yang mampu menentukan masa depan Indonesia. Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati agar mampu menghadapi tantangan serta membawa bangsa menuju kemajuan.