"Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda, tantangan kita bukan hanya bagaimana mengenang sejarah para pemuda yang mempersatukan bangsa, tetapi bagaimana menyiapkan generasi yang mampu menentukan masa depan Indonesia. Pemuda yang tidak hanya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi juga memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju," jelasnya.

Erick menjelaskan, seluruh transformasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemenpora untuk menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, memperkuat daya saing bangsa, serta menjadikan olahraga dan kepemudaan sebagai investasi jangka panjang.

Menurutnya komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan sistem yang mampu menjaga keberlanjutan prestasi olahraga dan pembangunan karakter generasi muda.

Ia menegaskan bahwa capaian selama dua tahun terakhir perlu diikuti dengan penguatan sistem agar Indonesia terus melahirkan atlet berprestasi dan generasi muda yang mampu membawa bangsa semakin maju.

"Dua tahun ini adalah bagian dari perjalanan transformasi. Kita sudah melihat hasilnya, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa medali yang kita menangkan hari ini, melainkan seberapa kuat sistem yang kita bangun agar Indonesia terus melahirkan juara dan generasi muda yang mampu membawa bangsa ini maju," pungkasnya.