NADIKABAR.COM — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong kementerian/lembaga memperkuat perspektif gender dalam implementasi Women, Peace, and Security (WPS) agar perempuan bisa berperan sebagai pemimpin, pengambil keputusan, dan aktor perdamaian.
"Isu perempuan, perdamaian, dan keamanan bukan hanya menjadi urusan satu kementerian atau satu unit kerja. Isu ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Keberagaman perspektif, mandat, dan instrumen kebijakan yang dimiliki setiap kementerian/lembaga merupakan kekuatan yang perlu dipertemukan untuk membangun kebijakan dan layanan yang lebih responsif gender, inklusif, berperspektif HAM, mendukung perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan," kata Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA Amurwani Dwi Lestariningsih di Jakarta, Selasa.
Hal itu dikatakannya dalam acara Bimbingan Teknis Penguatan Perspektif Gender dalam Implementasi Women, Peace and Security (WPS) bagi Kementerian/Lembaga.