Rachmat mengatakan pemberdayaan eks-narapidana terorisme ini merupakan tugas Kemensos untuk melakukan pemulihan sosial agar terwujud kembali keserasian sosial dan ketahanan sosial warga.

Menurut dia, dialog kebangsaan adalah salah satu cara yang dapat menjadi jembatan solusi menyelesaikan perbedaan terhadap paham- paham yang sering kali menyebabkan munculnya konflik, cara pandang radikal maupun teror.

"Mari kita jaga nilai-nilai kearifan lokal kita sebagaimana yang ada di Poso ini, Sintuwu Maroso yang memiliki arti 'satu hati, satu tujuan'," ujar Rachmat Koesnadi.

Sementara, salah satu napi, Soleh menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan untuk pemberdayaan yang diberikan oleh Kemensos.