NADIKABAR.COM β€” Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik di berbagai daerah, dengan pemerintah terus menyiapkan sarana dan sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, mengatakan sebanyak 24 titik Sekolah Rakyat berada di Jawa Barat dan telah diperbolehkan untuk beroperasi.

β€œKalau sudah ada 182 titik, kemudian di Jawa Barat ada 24 titik untuk Jawa Barat yang sudah boleh beroperasi,” kata Gus Ipul.

Ia mengatakan kondisi fasilitas di setiap titik masih beragam karena sebagian Sekolah Rakyat telah menggunakan gedung permanen, sedangkan lainnya masih memanfaatkan gedung sementara.

Menurut dia, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat untuk mendukung pengembangan program secara bertahap.

Gus Ipul mengatakan perluasan Sekolah Rakyat juga harus diikuti dengan kesiapan tenaga kependidikan yang mampu mendampingi siswa selama mengikuti proses pendidikan.

β€œMereka harus bekerja dengan penuh empati, dengan hati, totalitas, karena yang didampingi ini adalah siswa-siswa istimewa yang berasal dari berbagai latar belakang,” ujarnya.

Ia mengatakan tenaga kependidikan, termasuk guru, wali kelas, dan wali asrama, memiliki peran dalam mendampingi siswa yang menjalani pendidikan sekolah sekaligus kehidupan di asrama.

Menurut Gus Ipul, kebutuhan tersebut penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam sehingga membutuhkan pendampingan selama proses pendidikan.

Kemensos berharap pengembangan titik Sekolah Rakyat yang diikuti kesiapan fasilitas dan tenaga kependidikan dapat mendukung tujuan program dalam memberikan akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk menata masa depan.