Dia menekankan bahwa upaya menyiapkan masa depan lulusan Sekolah Rakyat tidak dapat dilakukan Kemensos sendiri. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar proses pendidikan yang telah ditempuh para siswa berlanjut pada kesempatan nyata untuk mandiri secara ekonomi.

"Kita butuh mitra sebanyak-banyaknya. Ini anak-anak kita yang harus kita urus. Kita butuh mitra untuk menyalurkan anak-anak ini," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum CIMA Capt Gatot Cahyo Sudewo mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki jaringan di Bali, Batam, Sulawesi, Jawa, termasuk Jakarta. Dia menyebut CIMA berkomitmen mendukung kesiapan lulusan Sekolah Rakyat agar menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas di industri maritim.

"Kemungkinan nanti kalau kita lihat possibility apa yang bisa kita kembangkan untuk anak-anak kita ini untuk bisa masuk ke industri maritim. Memang yang terutama memang ketertarikan mereka ya, karena enggak semuanya tertarik di bidang maritim," tutup Gatot.

Rencana kolaborasi ini akan dibahas lebih lanjut oleh kedua belah pihak, khususnya terkait teknis pelaksanaannya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua CIMA R Adhimaskin Kusumawardani, Tenaga Ahli CIMA Halim Nur Rizal, dan Direktur PSKBSNA Kemensos Adrianus Alla.