NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial memastikan optimalisasi sistem digital bantuan sosial terintegrasi berbasis kecerdasan buatan semakin memudahkan masyarakat melakukan perbaikan data, dan proses usul-sanggah kelayakan sebagai penerima manfaat secara transparan hanya dalam hitungan menit.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa penentuan awal status penerima bansos merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian/lembaga yang mengecek otomatis aset warga, mulai dari kepemilikan kendaraan, sertifikat tanah, daya listrik, gaji, kepesertaan BPJS, hingga status kepegawaian/pekerjaan.

"Namun, hasil dari sistem itu bukan merupakan vonis akhir. Jika oleh sistem dinyatakan tidak layak, masyarakat masih diberikan kesempatan untuk menyanggah dengan cara memutakhirkan data riil di lapangan secara transparan," kata dia.

Joko memaparkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 5,7 juta warga dalam platform digitalisasi bansos, yakni Perlinsos.kemensos.go.id.