Kemudian ada sebanyak 298 ribu agen perlinsos yang secara sukarela membantu memfasilitasi pendataan warga di sekitarnya.

Agen perlinsos ini berasal dari lintas unsur masyarakat, mulai dari pendamping keluarga PKH Kemensos, pengurus RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, pendamping desa, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, efisiensi fitur sanggah instan tersebut telah diuji coba di lapangan. Dia mencontohkan kasus seorang warga Bogor Jawa Barat bernama Sri Dewi Rianti yang didaftarkan oleh agen perlinsos setempat.

"Ibu Sri didaftarkan agen pukul 09.43 WIB dan awalnya dinyatakan tidak layak oleh sistem karena desilnya di atas 4. Kemudian pukul 10.11 WIB yang bersangkutan mengajukan sanggahan dengan mengunggah foto kondisi rumah riil. Hanya dalam waktu 11 menit, yakni pukul 10.22 WIB, statusnya langsung berubah diperbarui menjadi berpotensi layak menerima bansos," kata Mensos menjelaskan.