Selain itu, terdapat dimensi Peranan Sosial yang mencakup partisipasi, kohesi sosial, dan kelembagaan inklusif. Sementara dimensi Keberdayaan Ekonomi mencakup daya guna, ketahanan ekonomi, dan partisipasi ekonomi.

"Apakah wilayah yang secara ekonomi kaya otomatis memiliki Indeks Kesejahteraan Sosial yang tinggi? Belum tentu. Bisa saja aspek ekonominya tinggi dan kebutuhan dasarnya terpenuhi, tetapi peranan sosialnya rendah," ujar Suharma.

Berdasarkan pengukuran tahun 2025, skor IKESOS nasional tercatat sebesar 50,56 atau berada pada kategori Maju. Untuk 2026, target nasional IKESOS ditetapkan sebesar 62,09, sedangkan sasaran jangka menengah pada 2029 mencapai 69,80.

Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno menjelaskan pengukuran IKESOS sebagai pekerjaan multisektor dan multidata sehingga membutuhkan kolaborasi serta kualitas data yang baik.

"Kami berharap melalui bimbingan teknis ini, Indeks Kesejahteraan Sosial di masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota benar-benar dapat menggambarkan kondisi riil di wilayah masing-masing. Hal tersebut menjadi tantangan kita bersama, khususnya dalam membangun kolaborasi, interoperabilitas data, serta menjaga keakuratan dan kualitas data," kata Suyarno.

Hasil pengukuran IKESOS dapat menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan. Di tingkat pusat, hasil pengukuran juga dapat digunakan untuk melakukan pemetaan sosial dan melihat aspek atau indikator kesejahteraan yang masih perlu diperkuat di suatu wilayah.