Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo Ernawati Sukeksi menilai pengukuran IKESOS membantu menyamakan perspektif dalam melihat kondisi kesejahteraan masyarakat. Lantaran kondisi masyarakat tidak selalu dapat dilihat hanya dari satu indikator.
"Di balik angka tersebut terdapat berbagai permasalahan sosial, seperti anak yang membutuhkan akses pendidikan, lanjut usia yang membutuhkan peralatan dan jaminan kesehatan, serta berbagai persoalan sosial lainnya," kata Ernawati.
Selain mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan, konsep, dimensi, dan mekanisme pengukuran IKESOS, peserta juga mengikuti demonstrasi serta praktik penggunaan aplikasi IKESOS. Praktik dilakukan menggunakan data latih sesuai peran masing-masing, mulai dari penginputan data dan unggah bukti dukung di tingkat kabupaten/kota, verifikasi dan pengiriman data di tingkat provinsi, hingga verifikasi, validasi, pengolahan, dan penghitungan data di tingkat pusat.
Setelah Bimtek, proses pengukuran IKESOS Tahun 2026 dilanjutkan dengan tahapan pengumpulan dan penginputan data, verifikasi bukti dukung, pengolahan, penyampaian hasil sementara, masa sanggah, verifikasi final, hingga pengesahan hasil akhir pada 4 Desember 2026.
Hasil pengukuran IKESOS selanjutnya digunakan untuk melihat kondisi kesejahteraan sosial di masing-masing wilayah. Data tersebut juga menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan, kebijakan, dan program sosial.