Menurutnya, sistem tersebut membutuhkan data yang terus diperbarui karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah. Pemerintah juga akan membangun dynamic social registry agar perubahan tersebut dapat tercatat.
Namun, ia menyebut bahwa tidak semua masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara digital. Karena itu, pemerintah mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga melalui Agen Perlinsos untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang tidak memiliki gawai.
"Agen itu siapa? Orang lain yang bisa membantu orang lain untuk masuk dan mendaftarkan bantuan sosial," jelasnya.
Agen Perlinsos dapat berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti RT, RW, pendamping sosial, PKK, kelompok pengajian, kelompok arisan, wartawan, hingga Babinsa.
"Siapapun boleh jadi agen Perlinsos," katanya.