Pemerintah menargetkan lebih dari 50 juta keluarga masuk dalam sistem digitalisasi bantuan sosial hingga akhir 2026. Ia menegaskan angka tersebut merupakan target pendaftaran, bukan jumlah penerima bantuan sosial.
"Target kita adalah 50 juta lebih keluarga bisa masuk ke data digitalisasi bansos," ujarnya.
Setelah terdaftar, masyarakat tetap akan menjalani asesmen untuk menentukan kelayakan menerima bantuan. Digitalisasi bantuan sosial ditargetkan dapat digunakan dalam penyaluran bantuan sosial pada 2027.
Ia menegaskan pemerintah terbuka untuk terus menyempurnakan sistem perlindungan sosial.
"Pemerintah terbuka untuk menyempurnakan model-model ini," pungkasnya.